Hidroponik Sederhana di Rumah Kita

Manfaat Hidroponik Sederhana 

Hidroponik sederhana – Menanam tanaman baik itu sayur mayur atau buah-buahan terkadang terkendala waktu dan tempat. Halaman dan tanah yang terbatas membuat kita enggan menanam. Tetapi dengan hidroponik tidak lagi. Hidroponik sederhana bisa kita lakukan di rumah sendiri bahkan tanpa memerlukan tanah.

Hidroponik adalah metoda menanam tanaman sayuran dan buah dengan menggunakan media air tanpa menggunakan tanah. Walaupun terdengar asing tetapi beberapa tanaman hidroponik bisa kita tanam di rumah dengan cara hidroponik sederhana. Sebelum memulai menanam dengan hidroponik sederhana ada baiknya anda siapkan nutrisi hidroponik atau pupuk hidroponik terlebih dahulu. Nutrisi hidroponik penting untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman hidroponik. Nutrisi ini bisa dibuat sendiri dengan mencampur bahan kimia tertentu atau jika ingin praktis cukup beli di toko pertanian maupun beli secara online di internet.

Berikut ini kami sajikan beberapa gambar tanaman hidroponik yang menggunakan cara hidroponik sederhana. Kenapa disebut sederhana? Karena menggunakan alat-alat yang bisa kita temui di rumah atau sekeliling rumah, bahkan bisa memakai barang bekas.

Beberapa Inspirasi Gambar Hidroponik Sederhana

Hidroponik sederhana
Hidroponik Sederhana Botol Bekas

Hidroponik sederhana botol
Hidroponik sederhana botol
Hidroponik sederhana cabai
Hidroponik Sederhana Cabe

Hidroponik sederhana selada
Hidroponik sederhana selada

Hidroponik sederhana kangkung
Hidroponik sederhana tanaman kangkung
Gambar atau photo di atas hanya sekedar contoh, semoga bisa menjadi inspirasi dan semangat anda dalam menanam hidroponik sederhana di rumah, karena selain manfaat dari tanaman kita juga bisa ambil sisi estetika atau keindahan di rumah kita.






Pentingnya mengatur PH (Derajat keasaman) pada tanaman Hidroponik


pH tanaman hidroponik
Di dalam budidaya tanaman secara hidroponik hal yang terpeting dalam pertumbuhan tanaman adalah memperhatikan PH (Derajat Keasaman) pada air. Karena PH air berdampak dalam penyerapan ke 16 unsur nutrisi yang diperlukan tanaman.


Pengaruh pH pada tanaman hidroponik

Umumnya, Skala pH berkisar dari 0 hingga 14. pH berangka 7 merupakan pH bersifat netral, yang ideal untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan angka di bawah 7 menunjukkan senyawa asam, dan di atas 7 menunjukkan senyawa basa. Mempertahankan pH yang tepat dalam sistem hidroponik (hydroponic system) akan mencegah reaksi kimia negatif pada larutan nutrisi hidroponik karena tingkat pH tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran sistem hidroponik sehingga dapat mengakibatkan masalah yang tentu tak ingin kita dapatkan.

Perbedaan Rentang PH pada setiap tanaman hidroponik

Rentang pH sebuah tanaman memang memiliki perbedaan, namun untuk menyiasatinya, kita harus mengetahui berapa batas-batas maksimum dari tanaman yang kita miliki, karena banyaknya asam dan basa dapat menyebabkan korosif dan tentu saja itu adalah hal berbahaya untuk tanaman.

Maka dari itu rentang pH yang diijinkan untuk larutan nutrisi hidroponik adalah antara 5.5 – 7.5. di bawah atau diatas range pH ini biasanya dapat mengakibatkan masalah pada larutan nutrisi hidroponik. Biasanya terjadi endapan pada larutan nutrisi yang akan berakibat pada defisiensi kebutuhan unsur hara tanaman hidroponik.

Cara menaikan dan menurunkan PH

Menggunakan asam untuk menurunkan (DOWN) atau alkali untuk meningkatkan (UP). Banyak asam dan basa yang sangat korosif dan berbahaya, sehingga harus berhati-hati digunakan jika Anda tidak menggunakan produk berlabel untuk digunakan dalam hidroponik. Produk PH down dan PH up banyak di jual di toko online.




Macam-macam Media Tanam Hidroponik

Beberapa Contoh Media Tanam Hidroponik

media tanam hidroponik

Media Tanam Hidroponik Arang Sekam

Sekam bakar merupakan salah satu media tanam hidroponik yang sering dan umum dipakai, tidak hanya untuk budidaya hidroponik saja tetapi juga untuk budidaya-budidaya tanaman dalam pot. Media tanam ini mudah kita temui dan harga sangat ekonomis.

Sekam bakar memiliki daya ikat air yang cukup bagus, serta aerasi yang baik. Merupakan media tanam organik sehingga ramah lingkungan, pH netral sehingga bagus untuk perakaran tanaman. Dalam penggunaannya pada budidaya hidroponik, sering dicampur dengan cocopeat.

media tanam hidroponik

Media Tanam Hidroponik Cocopeat

Cocopeat merupakan media tanam hidroponik yang terbuat dari serbuk sabut kelapa. Karena bersifat organik, maka bisa dikatakan cocopeat adalah media tanam yang ramah lingkungan. Cocopeat merupakan media tanam yang memiliki daya serap air yang sangat tinggi, memiliki rentang pH antara 5,0-6,8 dan cukup stabil, sehingga bagus untuk pertumbuhan perakaran.

Dalam penggunaannya, biasanya cocopeat dicampur dengan media tanam lain seperti sekam bakar dengan perbandingan 50 : 50. Tujuan dari pencampuran ini adalah untuk mempertinggi aerasi pada media tanam, karena daya serap air cocopeat sangat besar sehingga tingkat aerasi kecil. Tingkat aerasi ini berfungsi agar akar dapat bernafas (menyerap oksigen) lebih baik.

media tanam hidroponik

Media Tanam Hidroponik Rockwool

Rockwool merupakan salah satu media tanam hidroponik yang paling banyak digunakan oleh petani/hobis hidroponik khususnya di Indonesia.

Rockwool merupakan media tanam anorganik yang berbentuk menyerupai busa, memiliki serabut-serabut halus dan bobotnya sangat ringan. Busa ini terbentuk dari batuan basalt yang dipanaskan dengan suhu sangat tinggi hingga meleleh, kemudian mencair dan terbentuklah serat-serat halus.

Dalam proses produksinya, hasil pemanasan ini menghasilkan lempengan atau blok-blok rockwool dengan ukuran besar. Lempengan atau blok besar ini kemudian dipotong-potong dan dibentuk disesuaikan dengan tujuan dan fungsinya sebagai media tanam hidroponik. Di pasaran (khususnya pasar Eropa dan Amerika), dapat ditemukan rockwool dengan berbagai ukuran dan bentuk.
Dalam budidaya hidroponik, rockwool biasa digunakan untuk media tanam sejak saat penyemaian hingga panen.

media tanam hidroponik

Media Taman Hidroponik Hydroton

Hydroton merupakan media tanam hidroponik yang terbuat dari bahan dasar lempung yang dipanaskan, berbentuk bulatan-bulatan dengan ukuran bervariasi antara 1 cm-2,5 cm. Dalam bulatan-bulatan ini terdapat pori-pori yang dapat menyerap air (nutrisi) sehingga dapat menjaga ketersediaan nutrisi untukHydroton memiliki pH netral dan stabil. Dengan bentuk yang bulat (tidak bersudut), maka dapat mengurangi resiko merusak akar, dan ruang antar bulatan-bulatan ini bagus untuk ketersediaan oksigen bagi akar.

Hydroton dapat dipakai berulang-ulang, cukup dicuci saja dari kotoran/lumut/alga jika akan digunakan untuk penanaman selanjutnya.

media tanam hidroponik

Media Tanam Hidroponik Perlite

Perlite merupakan media tanam hidroponik yang dibuat dari batuan silika yang dipanaskan pada suhu tinggi. Perlite memiliki aerasi yang bagus, pH netral dan bobot yang sangat ringan (mirip busa/styrofoam). Perlite memiliki daya serap air cukup baik sehingga bagus untuk perakaran.

Dalam penggunaannya, biasa dicampur dengan media tanam hidroponik lain seperti cocopeat atau vermiculite dengan perbandingan tertentu.

media tanam hidroponik

Media Taman Hidroponik Vermiculite

Media tanam hidroponik vermiculite memiliki sifat yang hampir sama dengan perlite, terbuat dari batuan yang dipanaskan pada suhu tinggi. Tetapi vermiculite memiliki daya serap air lebih tinggi dan bobot lebih berat dari perlite. Dalam penggunaannya, biasa dicampur dengan perlite dengan perbandingan tertentu. Penggunaan jenias media tanam hidroponik harus disesuaikan dengan tanaman hidroponik yang akan ditanam.


Cara Menanam Dengan Sistem Aeroponik


sistem aeroponik

Definisi Aeroponik

Aeroponik merupakan suatu cara bercocok tanam sayuran di udara tanpa penggunaan tanah, nutrisi disemprotkan pada akar tanaman, air yang berisi larutan hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut. Air dan nutrisi disemprotkan menggunakan irigasi sprinkler.
Sayuran hasil budidaya dengan sistem aeroponik terbukti mempunyai kualitas yang baik, higienis, sehat, segar, renyah, beraroma, dan disertai citarasa yang tinggi. Sayuran aeroponik dapat mengisi peluang kebutuhan tingkat masyarakat menengah ke atas. Oleh karena itu, sistem aeroponik mulai banyak dikembangkan di Indonesia.
Aeroponik berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponus yang berarti daya. Jadi aeroponik adalah memberdayakan udara. Sebenarnya aeroponik merupakan suatu tipe hidroponik (memberdayaakan air) karena air yang berisi larutan hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut.

Manfaat Sistem Aeroponik

Sistem aeroponik dapat memberikan manfaat bagi petani yang tidak mempunyai lahan, karena aeroponik tidak membutuhkan tanah, tetapi media tanam yang berupa Styrofoam yang akarnya menggantung di udara. Sehingga bisa dijadikan sebagai lahan di pekarangan rumah.

Prinsip dari aeroponik adalah sebagai berikut: Lembaran Styrofoam diberi lubang-lubang tanam dengan jarak 15 cm. dengan menggunakan ganjal busa atau rockwool, anak semai sayuran ditancapkan pada lubang tanam tersebut. Akar tanaman akan menjuntai bebas ke bawah. Di bawah helaian Styrofoam, terdapat sprinkler (pengabut) yang memancarkan kabut larutan hara ke atas hingga mengenai akar.

Salah satu kunci keunggulan budidaya aeroponik ialah oksigenasi dari tiap butiran kabut halus larutan hara yang sampai ke akar. Selama perjalanan dari lubang sprinkler hingga sampai ke akar, butiran akan menambat oksigen dari udara hingga kadar oksigen terlarut dalam butiran meningkat. Dengan demikian proses respirasi pada akar dapat berlangsung lancar dan menghasilkan banyak energi. Selain itu dengan pengelolaan yang terampil, produksi dengan sistem aeroponik dapat memenuhi kualitas, kuantitas dan kontinuitas.

Kelebihan Sistem Aeroponik

  • Sistem aeroponik membantu lingkungan dengan menghemat air, 
  • mengurangi jumlah tenaga kerja manusia yang terlibat.
  • Karena akar di udara, tanaman menerima lebih banyak oksigen. 
  • Oksigen tambahan yang tanaman terima dapat meringankan pertumbuhan patogen berbahaya.
  • Tanaman dapat memanfaatkan karbon-dioksida yang kaya oksigen di udara untuk melakukan fotosintesis.

Peralatan yang di butuhkan untuk membuat sistem Aeroponik sebagai berikut :

1. Jaringan Irigasi Sprinkler
2. Jet Pump (pompa air)
3. Nozzle Sprinkler
4. Pipa Paralon/PVC
5. Pipa Etilen
6. Rokcwool
7. Styrofoam
8. Larutan Nutrisi
9. Bibit Tanaman
sistem aeroponik

Cara Kerja Sistem Aeroponik

Penggunaan sprinkler dapat menjamin ketepatan waktu penyiraman, jumlah air dan keseragaman distribusi air di permukaan tanah secara terus-menerus selama produksi tanaman dengan masukan tenaga kerja rendah. Cara tersebut dapat menciptakan uap air di udara sekeliling tanaman serta memberikan lapisan air pada akar, sehingga menurunkan suhu sekitar daun dan mengurangi evapotranspirasi.

Sistem pancaran atau pengabutan dapat diatur secara intermittend, nyala-mati (on-off) bergantian menggunakan timer, asal lama mati (off) tidak lebih dari 15 menit karena di khawatirkan tanaman akan layu. Bila pompa dimatikan, butiran larutan yang melekat pada akar dapat selama 15 – 20 menit. Pancaran atau pengabutan juga dapat hanya diberikan pada siang hari saja. Namun, cara ini kurang dianjurkan karena kesempatan pemberian nutrisi pada tanaman menyusut. Banyak contoh model aeroponik yang bisa dicari di internet sebagai inspirasi

aeroponik

Cara bertanam Hidroponik dengan sistem Fertigasi

Fertigasi - Pada artikel sebelumnya Model pengairan sistem hidroponik  telah dibahas secara singkat mengenai sistem Fertigasi hidroponik. Fertigasi berasal dari dua bahasa Ingris yaitu fertilization dan irrigation Fertigasi sendiri merupakan singkatan dari fertilisasi (pemupukan) dan irigasi.

Dengan teknik fertigasi biaya tenaga kerja untuk pemupukan dapat dikurangi, karena pupuk diberikan bersamaan dengan penyiraman. Keuntungan lain adalah peningkatan efisiensi penggunaan unsur hara karena pupuk diberikan dalam jumlah sedikit tetapi kontinyu; serta mengurangi kehilangan unsur hara (khususnya nitrogen) akibat ‘leaching’ atau pencucian dan denitrifikasi (kehilangan nitrogen akibat perubahan menjadi gas).

Kelebihan Sistem Fertigasi
• Pemberian nutrisi hidroponik sesuai dengan ukuran kedewasaan tanaman.
• Menjamin kebersihan dan menghindari dari penyakit.
• Mengatasi masalah tanah.
• Meningkatkan hasil pendapatan.
• Kualitas hasil pertanian yang lebih baik.
• Penggunaan nutrisi/pupuk yang tepat
• Hasil yang lebih banyak.

Kelemahan Sistem Fertigasi
• Modal awal yang relatif tinggi.
• Pengetahuan yang mendalam perihal tanaman.
• Pengurusan ladang yang berkelanjutan.
• Kerusakan sistem pengairan berpengaruh terhadap hasil pertanian.

Langkah membangun Sitem Fertigasi hidroponik sendiri


fertigasi hidroponik
  1. persiapkan dripper set (Dripper, Nipper and Microtube)
  2. Siapkan bak penampungan nutrisi dan pompa airnya. buat lubang untuk aliran air nutrisi dari pompa dan untuk buangan udara
  3. Pasang pipa nutrisi (Polypipe) di dekat polybag.Panjang pipa/polypipe dan kekuatan pompa tergantung kebutuhan
  4. Setelah semua terpasang dengan baik, lakukan uji oba (Test Fertigation dengan air biasa), tempatkan gelas plastik di masing-masing ujung dripper, jalankan pompa dan ukur keluaran air selama 5 menit untuk mendapatkan 100ml, atau sesuai dengan kebutuhan tanaman.
  5. Setelah tes aliran, kemudian tes waktu (timer), kapan dan berapa lama proses penetesannya
    kini drip irigation anda sudah siap digunakan. cek selalu kebutuhan nutrisi, peralatan dan aliran nutrisinya, sehingga jika terjadi kendala dapat langsung di cek
Untuk lebih jelas tentang sistem fertigasi silahkan googling agar informasi yang didapat lebih lengkap.

Cara Menanam Hidroponik Sederhana Dengan Sistem Rakit Apung (Water culture)

Hidroponik Sistem Rakit Apung

Hidroponik rakit apung adalah yang sistem paling sederhana dari semua sistem hidroponik aktif. Platform yang memegang tanaman biasanya terbuat dari styrofoam dan mengapung langsung pada larutan nutrisi. suplai oksigen ke akar tanaman menggunakan pompa aquarium yang dimasukkan ke dalam bak penampung nutrisi hidroponik.

Kelemahan terbesar dari sistem semacam ini adalah bahwa hidroponik sistem rakit apung  tidak bekerja efektif pada tanaman besar atau pada  tanaman jangka panjang.

hidroponik sistem rakit apung

Cara Bertanam Hidroponik Sistem Rakit Apung

Cara bertanam hidroponik yang sederhana dengan sistem rakit apung, salah satunya adalah dengan sistem rakit apung (Water culture).

Bibit sayuran tanaman yang membutuhkan air banyak dengan jangka waktu tanam relatif singkat ( kangkung, sawi sawi-an, seperti Sawi Caisim, Sawi Pak Choy, Sawi Bakso, Sawi Bunga dan Sawi Petsai). sebelumnya dilakukan penyemaian di media sekam bakar/ cocopeat sampai tumbuh daun 2-3 helai daun sejati.

Untuk membuat hidroponik sistem rakit apung sederhana peralatan yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut
  1. Sebuah bak plastik yang berukuran 50 x 30 cm, lalu tinggi 20 cm yang berguna untuk menampung adanya larutan nutrisi;
  2. Rockwool sebagai media tanam;
  3. Gelas air mineral sebagai net pot sebagai wadah tumbuhnya si kangkung;
  4. Sediakan juga styrofoam yang berukuran 50 x 30 cm;
  5. Cutter yang gunanya untuk memotong bagian stryrofoam.
  6. Aluminium foil sebagai pelapis styrofoam.
  7. Paku untuk melubangi beberapa bagian dari gelas air mineral.

Prinsip pada bertanam secara hidroponik rakit apung adalah dengan menempatkan tanaman terapung tepat berada di atas cairan nutrisi. Kelebihan dari metode ini adalah nantinya tanaman akan mendapatkan pasokan air dan juga nutrisi secara rutin, sehingga bisa memudahkan perawatan.

ilustrasi dari sistem hidroponik rakit apung sederhana menggunakan bak air.

Tahapannya adalah sebagai berikut :

1. Pertama-tama, potonglah styrofoam sesuai dengan kebutuhan ukuran permukaan pada bak plastik, kemudian lapisilah menggunakan alumunium foil.
rakit apung

2. Buatlah lubang di permukaan styrofoam, dengan jarak antar lubang agak rapat. Lubang ini nantinya untuk menempatkan gelas air mineral tadi. Pun pada gelas air mineral, bagian bawahnya dilubangi.
cup hidroponik

3. Aturlah net pot ke dalam lubang styrofoam. Putar dan tata bagian dasar pada net pot, hingga menyentuh bagian permukaan pada larutan nutrisi. Bisa juga ketinggian net pot dibuat rata-rata 5 cm dari dasar wadah bak plastik tadi.
hidroponik

4. Yang terakhir, potonglah rockwool menyerupai kubus berukuran 3 x 3 x 3 cm. Kemudian guntinglah, supaya terbentuk celah. Di sinilah, bibit kangkung tadi diletakkan di area celah rockwool. Setelahnya, tempatkanlah bibit kangkung tersebut pada dasar net pot.
hidroponik sederhana

bertanam hidroponik

Perawatan tanaman bisa dengan cara berikut ini :
  • Menempatkan bak plastik pada area yang terkena cukup sinar matahari, 
  • Senantiasa jaga kondisi cairan nutrisi agar senantiasa ada, 
  • Pastikan akar Tanaman tetap menempel pada larutan nutrisi.
Demikian ulasan tentang bertanam hidroponik sederhana dengan hidroponik sistem rakit apung, silahkan mencoba.

Cara menanam Hidroponik Sistem Pasang Surut (Ebb and Flow / Flood and Drain)

Hidroponik Sistem Pasang  Surut (Ebb and Flow / Flood and Drain)

Hidroponik sistem Ebb and Flow - Masih melanjutkan penulisan artikel pada blog ini tentang Model Pengairan Sistem Hidroponik, kali ini saya akan menjelaskan lebih jauh tentang Pengairan Hidroponik Sistem pasang surut (Ebb and Flow / Flood and Drain), mudah-mudahan artikel berikut ini dapat bermanfaat.

Ebb and Flow System atau disebut juga Flood and Drain System atau Sistem Pasang Surut merupakan salah satu sistem hidroponik dengan prinsip kerja yang cukup unik. Dalam sistem hidroponik ebb and flow, tanaman mendapatkan air, oksigen, dan nutrisi melalui pemompaan dari bak penampung yang dipompakan ke media yang nantinya akan dapat membasahi akar (pasang). Selang beberapa waktu air bersama dengan nutrisi akan turun kembali menuju bak penampungan (surut). Waktu pasang dan surut dapat diatur menggunakan timer  sesuai kebutuhan tanaman sehingga tanaman tidak akan tergenang atau kekurangan air.

Hidroponik sistem ebb and flow seperti ini umumnya dilakukan dengan pompa air yang dibenamkan dalam larutan nutrisi (submerged pump) yang dihubungkan dengan timer (pengatur waktu). Ketika timer  menghidupkan pompa, larutan nutrisi hidroponik akan dipompa ke grow tray (keranjang/tempat/pot tanaman). Ketika timer mematikan pompa air, larutan nutrisi akan mengalir kembali ke bak penampungan. Timer diatur dapat hidup beberapa kali dalam sehari, tergantung ukuran dan tipe tanaman, suhu, kelembaban, dan tipe media pertumbuhan yang digunakan. Sistem hidroponik ebb and flow dapat digunakan untuk beberapa media tanam hidroponik. Media yang dapat menyimpan air cukup baik untuk sistem hidroponik ini seperti rockwool, vermiculite, coconut fiber.

Kelebihan hidroponik sistem Ebb and Flow / Flood and Drain / pasang surut:

  • Tanaman mendapat suplai air, oksigen, dan nutrisi secara periodik
  • Suplai oksigen lebih baik karena terbawa air pasang dan surut
  • Mempermudah perawatan karena tidak perlu melakukan penyiraman

Kekurangan hidroponik sistem Ebb and Flow / Flood and Drain:

  • Biaya pembuatan cukup mahal
  • Tergantung pada listrik
  • Kualitas nutrisi yang sudah dipompakan berkali-kali tidak sebaik awalnya
hidroponik sistem pasang surut Ebb and Flow